Koordinator PPAK ULM Memperoleh Sertifikat Kompetensi Psikolog Industri dan Organisasi dari BNSP, Apa Bedanya dengan Sertifikat Sebutan Psikolog?

Koordinator Pusat Pelayanan Asesmen Kompetensi (PPAK) LPPM ULM Muhammad Syarif Hidayatullah, telah menerima sertifikat lulus uji kompetensi Psikolog Industri dan Organisasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat Kompetensi ditetapkan pada tanggal 07 Juli 2021 namun karena kendala situasi pandemi maka sertifikat baru bisa diterima tanggal 28 Agustus 2021 yang dikirimkan secara langsung oleh Tempat Uji Kompetensi di Surabaya ke tempat tinggal bapak M. S. Hidayatullah di Banjarmasin.

Dalam memperoleh sertifikat kompetensi Psikolog Industri dan Organisasi, Pak Hidayat biasa disapa menempuh uji kompetensi melalui uji portofolio dan wawancara oleh asesor yang ditunjuk. Prosesnya sendiri cukup panjang kata Hidayat, dimulai dari mengikuti workshop, dari situ kita mulai tergambarkan apakah kita memenuhi syarat atau belum, dan apakah kita cukup kompeten atau belum kemudian proses pengisian dan pengumpulan kelengkapan portofolio yang cukup banyak dan kemudian mengikuti ujian. Uji kompetensi sendiri dilakukan pada tanggal 13 Juni di Surabaya.

Lantas, apa sih Sertifikat Kompetensi itu, dan apa bedanya dengan Sertifikat Profesi?

Mengutip dari materi sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Psikologi Indonesia, dijelaskan, Sertifikat Kompetensi merupakan dokumen pengakuan kompetensi yang salah satunya dapat diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui pemerintah. Dalam hal ini, skema kompetensi Psikolog Industri dan Organisasi oleh LSP Psikologi Indonesia. Sedangkan, Sertifikat Profesi merupakan dokumen pegakuan kemampuan praktik profesi yang diperoleh lulusan pendidikan profesi, dalam psikologi dikenal Sertifikat Sebutan Psikolog (SSP). Adapun SSP didapatkan ketika seseorang lulus menempuh pendidikan Magister Pendidikan Psikologi Profesi pada suatu perguruan tinggi untuk kemudian diberikan SSP oleh Himpunan Psikologi Indonesia. Di dalam SSP sendiri, disebutkan bahwa yang bersangkutan Psikolog di bidang tertentu sesuai program profesi psikolog yang bersangkutan pilih dan jalani semenjak mulai berkuliah, saat ini umumnya bidang tersebut yakni bidang Psikolog Industri dan Organisasi, Psikolog Klinis dan Psikolog Pendidikan, namun ada beberapa bidang lain lagi tergantung pada program profesi yang dibuka oleh perguruan tinggi.

Sebagai tambahan, mengutip dari buku kode etik psikologi Indonesia menjelaskan bahwa PSIKOLOG adalah lulusan pendidikan profesi yang berkaitan dengan praktik psikologi dengan latar belakang pendidikan Sarjana Psikologi lulusan program pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) sistem kurikukum lama atau yang mengikuti pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) dan lulus dari pendidikan profesi psikologi atau strata 2 (S2) Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Psikolog memiliki kewenangan untuk memberikan layanan psikologi yang meliputi bidang-bidang praktik klinis dan konseling; penelitian; pengajaran; supervisi dalam pelatihan, layanan masyarakat, pengembangan kebijakan; intervensi sosial dan klinis; pengembangan instrumen asesmen psikologi; penyelenggaraan asesmen; konseling; konsultasi organisasi; aktifitas-aktifitas dalam bidang forensik; perancangan dan evaluasi program; serta administrasi. Psikolog DIWAJIBKAN MEMILIKI IZIN PRAKTIK PSIKOLOGI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.