Koordinator PPAK ULM mengisi sharing session dalam acara Sharing Keilmuan Himpunan Psikologi Kalimantan Selatan dengan topik “Assessment Center”

Sharing Keilmuan adalah acara rutin yang dilaksanakan Himpunan Psikologi Kalimantan Selatan (Himpsi Kalsel) sebagai sarana saling berbagi disertai diskusi di antara para anggota Himpsi tentang keilmuan yang sedang populer atau menarik untuk dibahas. Acara ini, selain sebagai ajang berbagi pengetahuan sesama anggota Himpsi Kalsel untuk kemajuan bersama namun tidak kalah penting juga dimanfaatkan untuk silaturahim antar anggota Himpsi Kalsel.

Acara Sharing Keilmuan telah dilaksanakan pada hari Ahad (22/04) dimulai pukul 15.00 sampai dengan 17.00 membahas mengenai Assessment Center, bagaimana teori dan praktik dan bagaimana perbedaannya dengan metode asesmen lainnya semacam psikotes atau asemen psikologi dan tes-tes yang dilaksanakan untuk kebutuhan di dunia kerja.

Acara dibuka oleh Ketua Himpsi Kalsel Ibu Siti Noor Asiyah, S.Psi.,Psikolog. Setelah dilakukan pembukaan, M. Syarif Hidayatullah, M.Psi.,Psikolog sebagai anggota Himpsi dan Asosiasi Psikologi Industri Organisasi Kalimantan Selatan yang juga sebagai Koordinator PPAK ULM selaku narasumber dalam acara ini menyampaikan materi mengenai Assessment Center. Dalam pemaparannya, Bapak Hidayatullah menyampaikan tentang perbedaan antara assessment center dan asesmen psikologi atau psikotes, assessment center lebih memfokuskan pada penilaian terhadap soft competencies yang dimiliki utamanya kompetensi manajerial seseorang sedangkan psikotes atau saat ini populer asesmen psikologi adalah pengukuran terhadap potensi psikologis seseorang. Dengan perbedaan tersebut, menyebabkan peralatan atau tekniknya pun berbeda satu sama lain. Assessment Center lebih menekankan pada simulasi-simulasi untuk mengungkap kompetensi yang akan dinilai sedangkan asesmen psikologis lebih pada penggunaan alat tes psikologi.  Selain itu, keahlian yang dituntut untuk menjadi asesor assessment center memerlukan pengetahuan, pelatihan dan pengalaman yang lain meskipun ia seorang psikolog, karena assessment center sendiri tidak mewajibkan dilakukan oleh seorang psikolog. Lebih lanjut, juga disampaikan Hidayatullah menyambut pertanyaan dari Eka Sri Handayani, M.Psi.,Psikolog mengenai hal mendasar dari assessment center adalah perlunya pemahaman mengenai jabatan yang akan dilakukan proses asesmen, perlunya beberapa atau lebih dari satu teknik asesmen, simulasi-simulasi yang juga lebih dari satu, respon dan pengamatan perilaku oleh para asesor terhadap dari para asesi, asesor yang lebih dari satu, asesor yang terlatih dan penyatuan pendapat di antara para asesor.

Suasana sharing berjalan menarik dengan berbagai pertanyaan dan pendapat yang saling bersahutan yang secara spontan dipandu oleh bapak Widya EL Fitrin, S.Psi, MM.,Psikolog,. Seperti pertanyaan dari Bapak Drs. H. Makmun Khairani, M.Pd.,Psikolog yang bertanya mengenai perbedaan mendasar antara assessment center dan psikotes serta bagaimana kemungkinan terjadinya pengelabuan dari para asesi ketika menjalani asesmen dan pertanyaan dari Bapak Sabit Tohari, S.Psi, M.Si.,Psikolog yang bertanya mengenai teknis dan simulasi-simulasi dalam assessment center, dan banyak pertanyaan dan pendapat lainnya dari sesama anggota Himpsi Kalsel.